Selasa, 10 April 2012

Wall Facebook = Tembok Ratapan

Apakah Hubungan Tembok Ratapan dengan Wall Facebook?
Kenapa di Facebook mempunyai Wall(Dinding/Tembok)?

Mau tahu.............??
...Lihat Selengkapnya
Wall Facebook = Tembok Ratapan

---------------------------------------------------------------------------------------------------
Apa itu Tembok Ratapan

Tembok Barat alias Tembok Ratapan, adalah Dinding bait suci di Jerusalem
yang dibangun oleh Raja Salomon atau Sulaiman dan Bait Suci itu hancur ketika Israel diserbu tentara Romawi pada 70 Masehi.

Bangsa Yahudi percaya tembok ini tidak ikut hancur karena di tempat ini berdiam Shekhinah.
Dengan demikian,

berdoa di tembok ini sama artinya berdoa kepada Tuhan.

Tembok ini dulunya dikenal hanya sebagai Tembok Barat,
tetapi kini disebut “Tembok Ratapan” karena di situ orang Yahudi berdoa dan
meratapi dosa-dosa mereka dengan penuh penyesalan.

Selain mengucapkan doa-doa mereka,
orang Yahudi juga meletakkan doa mereka yang ditulis pada sepotong kertas yang disisipkan pada celah-celah dinding itu.

---------------------------------------------------------------------------------------------------
Apakah Hubungan Tembok Ratapan dengan Wall Facebook?
Kenapa di Facebook mempunyai Wall(Dinding/Tembok)?

Karena pemiliknya -Mark Zuckerberg- adalah orang Yahudi
walau kabar terakhir dia mengproklamirkan diri sebagai atheis-,

(mungkin) terinspirasi dari salah satu tempat suci Yahudi di Yerusalem
yang bernama Tembok Ratapan.

Dimana kaum Yahudi melakukan ritual ibadah dengan berdoa dan
meratapi dosa-dosa mereka dengan penuh penyesalan.

Selain mengucapkan doa-doa mereka, orang Yahudi juga meletakkan doa mereka yang ditulis pada sepotong kertas yang disisipkan pada celah-celah dinding itu.
Itulah (mungkin) inspirasi Facebook Wall, untuk curhat, dan sebagainya.

---------------------------------------------------------------------------------------------------
Tembok Ratapan = Wall Facebook?

Tembok ratapan itu kini masih berdiri, dan
masih banyak orang datang ke sana untuk berdoa dan meratap,
sekaligus menuliskan harapan-harapannya lalu menyelipkannya ke dinding- dinding tembok itu.

Nah, kini ada sebuah tembok baru yang dibuat di luar tembok ratapan itu.
Jika yang datang ke tembok ratapan sebagian besar adalah orang-orang yahudi,
maka di tembok baru itu,
yang datang meratap bukan saja orang-orang yahudi,
tetapi juga orang-orang Muslim dan orang-orang umum

Mereka dengan leluasa meratap, mengeluarkan keluh kesahnya,
menuliskan harapan-harapannya, dan menghaturkan doa-doanya.

Mereka diberikan kemudahan dengan dibebaskannya mereka membuat privatisasi pada sebagian tembok tertentu.
Mereka bisa menuliskan harapannya, menyelipkan keluh kesah dan doa-doa panjangnya di dinding- dinding tembok itu,
bahkan kini mereka juga dapat menyelipkan foto-foto diri mereka.
Mereka juga dapat berinteraksi dengan pengunjung lain yang juga menjadi peratap di tembok itu.

Kadang, mereka saling bertukar komentar atas keluhan, harapan, doa, atau sekadar celoteh kecil yang disisipkan di dinding mereka.

Begitu mudah, begitu akrab, dan begitu alami…

Ya.. tahukah kalian?
Kini, tembok ratapan itu bernama Facebook!!!
Di Facebook, kita mengenal istilah wall/dinding.
Di sana kita biasa mencurahkan isi kepala kita, harapan, doa dan sebagainya.

Secara konseptual, ini sama dengan konsep tembok ratapannya orang yahudi.
Bedanya, tembok ratapan kita itu adalah tembok maya, sementara tembok ratapan orang yahudi itu bersifat nyata.

Ya, di sini kita bisa melihat bagaimana orang yahudi itu mengamalkan ajaran agamanya, bahkan sampai di dunia maya.
Bukankah pemilik dan penggagas facebook ini adalah orang yahudi?
Pendiri Facebook,
Mark Zuckerberg, seorang Yahudi yang lahir di New York pada 14 Mei 1984.

---------------------------------------------------------------------------------------------------
Sekedar Renungan dan Nasehat

Terus terang hati ini merasa tidak enak melihat banyak status tidak jelas dan
kurang bermanfaat muncul dari account teman-teman.
Tidak mengapa jika yang ditulis atau disampaikan berupa ilmu, nasehat atau info-info yang bermanfaat.

Namun kalau sekedar isi hati, luapan perasaan, kekecewaan, kegaguman atau entah apapun namanya yang kiranya tidak

Selain hal itu sia-sia,
hal tersebut juga tidak baik untuk menjaga ‘privasi’ dan muru’ah/kehormatan diri.
Hendaknya kita senantiasa menjaga waktu kita,

jangan hanya dihabiskan untuk sekedar update status atau membalas/berkomentar pada status- status yang tidak jelas.

Betapa indah apa yang disampaikan Rasulullah,

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata :
“Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :
“Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.”
[Hadis hasan riwayat Tirmidzi (no. 2318) dan lainnya]

---------------------------------------------------------------------------------------------------
Marilah Memanfaatkan Facebook untuk Dakwah

Inilah pemanfaatan yang paling baik yaitu facebook dimanfaatkan untuk dakwah.
Betapa banyak orang yang senang dikirimi pesan nasehat agama yang dibaca di inbox, note atau melalui link mereka.
Banyak yang sadar dan kembali kepada jalan kebenaran karena membaca nasehat-nasehat tersebut.

Jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain

Apalagi dalam masalah agama yang dapat mendatangkan
kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling memberikan manfaat bagi orang lain.”
(Al Jaami’ Ash Shogir, no. 11608)

Dari Abu Mas’ud Al Anshori, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa memberi petunjuk pada orang lain, maka dia mendapat ganjaran sebagaimana ganjaran orang yang melakukannya.”
(HR. Muslim)

---------------------------------------------------------------------------------------------------
Tanpa mengurangi maksud dan tujuan

Tulisan ini saya singkat
Karena sudah paham kalau kebanyakan malas baca
kalau mau baca selengkapnya Googling saja
cari saja "Tembok ratapan facebook"

Terima Kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar