Rabu, 02 Mei 2012

99 LANGKAH MENUJUN KESEMPURNAAN IMAN

01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
25. Biasakan shalat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do’a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf
apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
45. Perbanyak silaturrahim;
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
47. Bicaralah secukupnya;
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
56. Cintai keluarga Nabi saw;
57. Jangan terlalu banyak hutang;
58. Jangan terlampau mudah berjanji;
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan.
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.
70. Jangan melukai hati orang lain;
71. Jangan membiasakan berkata dusta;
72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita;
76. Jangan membuka aib orang lain;
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.
88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita menjadi terganggu;
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang
dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu
dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita
sebelum dipastikan kebenarannya;
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban
dan keramahan dan tidak berlebihan;
96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan,
godaan dan tentangan Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan
dan setiap kejahatan akan melahirkan merusakan;
99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang.

“Sebarkanlah walau satu ayat pun” (Sabda Rasulullah SAW) “Nescaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Surah Al-Ahzab:71)

Selasa, 01 Mei 2012

Atas Nama HAM, Izinkan Aku Pamer Aurat...!
By: Yulianna PS
Penulis Cerpen “Hidayah Pelipur Cinta”
Judul artikel ini gambaran dari generasi yang sakit akibat
ulah manusia perusak moral yang melumuri zaman dengan
kenistaan.
Pada zaman dahulu, wanita Indonesia identik dengan sifat
malu. Mereka malu memakai busana minim dan malu
berinteraksi dengan kaum Adam yang bukan mahram.
Kaum hawa masa lalu bersikap sesuai etika ketimuran, yang
menjaga sikap terhadap laki-laki, bukan karena jaim alias
jaga imej, tetapi karena memang ada rasa malu menyelinap
di dalam diri mereka.
Hari ini, manusia telah mengubah zaman, di mana para
wanita dijadikan sebuah boneka. “Atas nama HAM, izinkan
saya pamer aurat,” begitulah gambaran yang tepat aspirasi
para wanita kebanyakan.
Atas nama kebebasan, wanita Indonesia tidak malu-malu
melucuti busana di tempat umum agar disebut modern
seperti wanita barat. Melalui dunia hiburan, propaganda
barat telah sukses memalingkan muslimah Indonesia
berkiblat kepada jurang kehancuran.
Barat berhasil menipu dunia, utamanya Indonesia. Di
negara barat dan kroni-kroninya, wanita yang berani –maaf–
telanjang di dunia akting merupakan kebanggaan, kategori
wanita seperti ini bagi mereka layak menerima
penghargaan bergengsi. Ironinya, Indonesia merupakan
negara yang latah mengikuti budaya mereka. Budaya yang
menjauhkan muslimah dari agamanya.
“Atas nama HAM, izinkan saya pamer aurat.” Pesan inilah
yang membuat undang-undang pornografi dan pornoaksi
mandul di negara kita. Walaupun jutaan umat mendukung,
tidak akan aspirasi ini menjadi kenyataan. Faktanya dunia
hiburan berupa media cetak dan elektronik semakin liar dan
berani mengekspos aksi rendahan wanita.
Pelecehan terhadap wanita dengan kedok seni, mendorong
wanita bangga memamerkan aurat. Aksi seronok yang
pantas dilakukan wanita tuna susila, kini telah di lakukan
oleh wanita penjaja akting. Generasi muda menjadi korban,
ikut-ikutan bertindak seperti wanita penjaja akting, rusaklah
negara, akibat tidak mampu mendidik wanita.
Islam Memuliakan Wanita
Islam sangat menghargai wanita, menjaga agar martabat
wanita terangkat, bukan rendah layaknya sampah, atau
menjadi boneka para manusia rakus. Apa artinya sebuah
pamor, jika di dalamnya memaksa wanita merusak derajat
dan martabatnya di hadapan masyarakat luas. Apa pula
artinya ketenaran, jika di dalamnya menyuruh wanita
bertindak melanggar norma-norma agama.
Bahagialah para wanita muslimah, ketika anak-anak, dalam
lindungan keluarga, ketika beranjak dewasa atau baligh,
diperintahkan menutup aurat, sebagai bentuk ketakwaan
pada Allah sang Maha Pencipta. Dalam hijab, bukan hanya
sekedar menutup aurat, tetapi merupakan cirri khas
muslimah yang mudah terdeteksi identitas
kemuslimahannya, hal ini sesuai firman Allah dalam surat
Al-Ahzab ayat 59:
“Hai Nabi, katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak
perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah
mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”.
Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah
Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”
Ketika telah beranjak dewasa dan hendak menikah, wanita
islam diperbolehkan memilih tanpa paksaan, mereka
diperlakukan istimewa, dipilihkan lelaki baik yang menjaga
kehormatan. Ia juga mempunyai hak meminta mahar (mas
kawin) dan boleh membelanjakannya sesuka hati. Sungguh
menyenangkan menjadi muslimah, ia tidak takut
kekurangan cinta dan kasih sayang. Ia adalah saudara bagi
muslim yang lainnya, sehingga jika ada gangguan dari
orang jahil, maka kehormatannya wajib dibela.
Ketika telah menjadi seorang Ibu, kemuliaan wanita
bertambah. Ia menjadi pembuka ridha surga Allah bagi
anak-anaknya. Doa bagi anaknya tidak meleset. Islam
memudahkan wanita yang berstatus Ibu, ia berhak
mendapat nafkah dari suami. Dan baginya tidak ada
kewajiban bersusah payah mencari makan. Baginya
merupakan kehormatan, ketika kewajiban di dalam rumah
diserukan, dengan tetap di dalam rumah akan terhindar
dari sifat buruk berupa gossip, ghibah, foya-foya, dan sifat
rendah yang mendatangkan madharat lainnya.
Kemuliaan lainnya, semakin lanjut usia mereka semakin
dihormati, semakin besar pula hak mereka dan semakin
berlomba-lomba anak-anak dan kerabat dekatnya untuk
berbuat yang terbaik kepada mereka, karena mereka telah
selesai melakukan tugasnya, dan yang tersisa adalah
kewajiban anak-anak, cucu, keluarga dan masyarakat
terhadap mereka.
Akhirnya, mewakili suara hati muslimah, penulis ingin
mengatakan, ‘atas nama HAM, izinkan kami para wanita
menutup aurat secara rapat’, atas nama HAM, jangan
ganggu para muslimah dengan tuduhan miring yang
mengait-ngaitkan dengan julukan teroris. Atas nama HAM,
izinkan muslimah mendapatkan kebebasan berpakaian
syar’i sesuai aturan syariat. [voa-islam.com]
Republik Zina Menunggu Binasa
Masih gadis sudah tidak
perawan? Tak perlu
mengernyitkan dahi. Saat ini
perempuan belum menikah tapi
sudah tidak virgin bukanlah
barang langka. Survey terbaru
yang dilakukan lembaga
internasional DKT bekerja sama
dengan Sutra and Fiesta
Condoms mengungkap, remaja
tak lepas dari seks bebas.
Buktinya, 462 responden berusia 15 sampai 25 tahun
semua mengaku pernah berhubungan seksual. Semua,
100 persen! Dan, mayoritas mereka melakukannya
pertama kali saat usia 19 tahun. Survey dilakukan Mei
2011 di Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali, dan Yogyakarta
(Republika.co.id, 12/12/2011).
Selanjutnya, data yang diungkap lebih miris lagi. Yakni,
sebanyak 88 persen hubungan seks dilakukan bersama
pacar, 9 persen dengan sesama jenis (terutama wanita),
dan 8 persen dengan PSK (untuk pria). Umumnya mereka
melakukan zina di tempat kos (33 persen), hotel atau
motel (28 persen), sementara rumah 24 persen. Lama
pacaran mereka sebelum berhubungan seksual, rata-rata
satu tahun.
Perzinaan agaknya sudah menjadi gaya hidup sebagian
warga berhaluan LIBERAL di Republik ini. Tepatnya, sejak
kran liberalisasi di berbagai bidang dibuka, life style ala
Barat yang sarat dengan gelagak syahwat turut menjadi
penumpang gelap. Dilegalkan tidak, tapi merebak di
mana-mana. Pornografi, pornoaksi, pelacuran,
permesuman dan hiburan maksiat, begitu dekat, mengulik
urat syahwat.
Tak peduli lelaki baru baligh, atau gadis bau kencur, jika
saraf-saraf nafsunya sudah diobrak-abrik, apa pun
dilakukan. Jika pintu legal pernikahan begitu terjal, zina
gratis jadi pelampiasan. Toh suka sama suka, saling
menguntungkan, tak ada yang dirugikan. Dan lebih
penting, toh tak ketahuan. Boro-boro dikenai rajam atau
sekadar dikucilkan, dengan bangga pelaku zina mem-
videokan adegan vulgarnya.
Bagaimana dengan memperkosa? Memang terlalu berat
risikonya. Kalau zina suka sama suka, tidak ada delik
pidananya. Perkosaan hanya dilakukan mereka yang
“kebelet” melampiaskan nafsu tapi tak punya pacar, atau
tak punya uang untuk membayar pelacur. Juga, yang tak
kuat nikah karena biaya administrasinya mahal, atau tak
punya calon saking tak lakunya.
Dan, di negeri ini, tipe seperti inipun tak kalah banyaknya.
Fenomena pemerkosaan di angkutan umum adalah salah
satunya. Korbannya sudah banyak berjatuhan, perempuan
semakin terancam di luar sana. Kejahatan seksual
mengintai setiap detik. Kalau tak diperdaya dengan rayuan
gombal, dicaplok para pemerkosa. Duh!
Omong kosong jika negara melindungi warganya. Yang
ada bukannya melarang, malah merangsang mereka untuk
menjadi penikmat syahwat. Memblokir situs porno hanya
sebatas niat. Baru sejenak sudah jebol lagi. Bahkan
dipelopori jajaran pejabat sendiri (ingat kasus anggota DPR
yang ketahuan mengakses situs porno saat sidang?).
Jangan heran jika kita membaca berita, tiap hari selalu ada
episode-episode anyar video-video mesum amatir dengan
aktor-aktris muda-mudi yang dimabuk asmara, pelajar
kurang ajaran, atau pasangan selingkuh.
Sekali lagi, negara justru menggelontorkan kebijakan yang
memperlonggar perzinaan. Media massa, novel, komik,
iklan, lukisan, sinetron, film, foto, lagu dan tayangan realty
show bertema cabul pun bebas beredar. Tidak akan
dibredel sekalipun sudah protes massal oleh masyarakat.
Pelacuran, eksploitasi aurat perempuan, dan tempat-
tempat hiburan yang menjajakan syahwat, dibiarkan.
Tidak akan ditutup asal menyumbang pajak.
Di sisi lain, negara membuat berbagai larangan untuk
menyumbat penyaluran syahwat dengan cara-cara legal.
Usia pernikahan terus dinaikkan, biaya nikah dimahalkan
dan syarat penikahan diperketat. Termasuk, upaya
pelarangan poligami sekalipun bagi mereka yang mampu.
Jika pembaca jeli, inilah sebenarnya yang diharapkan
negara liberal ini: industri porno menggeliat, zina dini
meningkat, pemerkosaan berlipat, kehamilan di luar nikah
tumbuh cepat, aborsi dipersingkat, dan lahirlah generasi
generasi bejat.
Persis di Barat, yang kini di ambang kebinasaan. Akankah
Republik ini diam saja menunggu saat yang sama?
Fenomena di atas tentu bukan perkara remeh. Muda-mudi
calon pemimpin masa depan, sudah sedemikian amoral.
Berani menghalalkan zina yang jelas-jelas diharamkan.
Anehnya, terhadap persoalan ini, hampir tidak ada yang
menuding sistem hidup sekuler-liberallah yang menjadi
akar masalahnya. Padahal sistem inilah yang
“mewajibkan” remaja pacaran, hingga merasa tak gaul
tanpa berhubungan badan dengan pujaan hatinya.
Sistem inilah yang mengajarkan, bahwa perempuan harus
membuka auratnya, mempertontonkan kepada lelaki
bukan mahromnya. Sistem inilah yang memandu tumbuh
kembang remaja, tanpa didampingi kedua orangtuanya
yang sangat sibuk digilas roda perekonomian. Sistem inilah
yang memberhalakan materi, uang dan kenikmatan
seksual.
Memang, mereka mengharapkan “agama” (baca: Islam)
mampu menyelesaikan persoalan ini. Pada saat remaja
ketahuan amoral, segera semua pihak berteriak “ini karena
kurangnya pendidikan agama” atau “para ulama harusnya
lebih berperan membina akhlak remaja” dan para guru
dan orangtua harus menanamkan nilai-nilai moral lebih
intens pada anak-anaknya.”
Agama dijadikan tong sampah saja, sekadar untuk
memperbaiki keadaan yang sudah rusak. Anak nakal dan
bandel, dikirim ke pesantren. Image pesantren sebagai
pendidikan mulia pun babak belur. Terlebih lagi, pada saat
yang sama diopinikan bahwa pesantren adalah “produsen”
teroris. Lulusan pesantren, orang-orang mukhlis itu,
didakwa membahayakan eksistensi negara. Sementara
para pelaku maksiat dianggap pahlawan penyumbang
devisa.
Tapi, baiklah, agama (baca: Islam) bersedia memperbaiki
keadaan. Bahkan punya sulosi komprehensif untuk
menuntaskan segala persoalan. Bukan hanya mengatasi
perzinaan, itu terlalu “mudah.” Bahkan mengatasi
kemiskinan, kelaparan, ketimpangan sosial, kriminalitas,
dll, serahkan saja padanya.
Tapi, mengapa ketika Islam -yang dipeluk mayoritas
penduduk negeri ini– mengajukan syariatnya sebagai
solusi, dicap mengancam eksistensi negara, radikal,
ekstrimis, intoleran, bahkan antipemerintah? Kenapa
negara dengan setia menerapkan sekulerisme, padahal
sekulerisme itu sendirilah yang melahirkan semua
kebobrokan sosial ini?
Sebaliknya, kenapa menuduh ideologi Islam, yang belum
pernah diberi kesempatan memerintah negeri ini, dengan
tuduhan-tuduhan miring? Tampak jelas, siapa yang
bermuka dua, antara butuh dan tidak butuh terhadap
Islam. Dan akan lebih baik lagi pembaca tanyakan pada
nurani mereka yang sering menggembosi dan
menghadang penegakan syariat islam, tanyakan pada
mereka yang mengakui "kesaktian" Pancasila, ketimbang
AL QURAN yang mulia.
Ingat-ingatlah duhai pembaca, kalau kalian mengerti,
pertarungan di tingkat pemikiran ini sudah lama
berlangsung, dan sedang berkecamuk dengan dahsyat,
kapan lagi kita hendak merapatkan barisan ? menunggu
babak belur ?????
Kita adalah umat terbaik yang pernah dilahirkan, jangan
pedulikan tong kosong yang hanya bisa menanam PADI
(kebaikan) sedangkan RUMPUT (pangkal kerusakan)
mereka biarkan tumbuh subur, biarlah mereka memanen
RUMPUT, toh kerugian mereka sendiri yang tanggung.
Tetapi jangan sampai pola pikir mereka yang terbalik
menguasai kita, mereka yang islam rohmatan lil alaminnya
sekedar di mulut saja.
Inilah tanda-tanda akhir zaman. Ketika perzinaan
merajalela dan masyarakat menganggapnya biasa. Kalau
sudah begini, Republik ini tinggal menunggu BINASA. Dan
mereka hanya bisa saling lempar tanggung jawab.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi SAW beliau
bersabda: “Demi Allah yang diriku di tangan-Nya, tidaklah
akan binasa umat ini sehingga orang-orang lelaki
menerkam wanita di tengah jalan (dan menyetubuhinya)
dan di antara mereka yang terbaik pada waktu itu berkata,
“alangkah baiknya kalau saya sembunyikan wanita ini di
balik dinding ini.” (HR. Abu Ya’la. Al Haitsami berkata,
“perawi-perawinya shahih.” Lihat Majmu’ Zawaid: 7/331)

Be_
Situslakalaka.com
Berbulan Madu
dengan
Bidadari…
Pada zaman Rasulullah SAW hiduplah seorang pemuda
yang bernama Zahid yang berumur 35 tahun namun
belum juga menikah. Dia tinggal di Suffah masjid
Madinah. Ketika sedang memperkilat pedangnya tiba-
tiba Rasulullah SAW datang dan mengucapkan salam.
Zahid kaget dan menjawabnya agak gugup.
“Wahai saudaraku Zahid….selama ini engkau sendiri
saja,” Rasulullah SAW menyapa.
“Allah bersamaku ya Rasulullah,” kata Zahid.
“Maksudku kenapa engkau selama ini engkau
membujang saja, apakah engkau tidak ingin menikah…,”
kata Rasulullah SAW.
Zahid menjawab, “Ya Rasulullah, aku ini seorang yang
tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku jelek,
siapa yang mau denganku ya Rasulullah?”
” Asal engkau mau, itu urusan yang mudah!” kata
Rasulullah SAW.
Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan sekretarisnya
untuk membuat surat yang isinya adalah melamar
kepada wanita yang bernama Zulfah binti Said, anak
seorang bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya
dan terkenal sangat cantik jelita. Akhirnya, surat itu
dibawah ke rumah Zahid dan oleh Zahid dibawa kerumah
Said. Karena di rumah Said sedang ada tamu, maka
Zahid setelah memberikan salam kemudian memberikan
surat tersebut dan diterima di depan rumah Said.
“Wahai saudaraku Said, aku membawa surat dari Rasul
yang mulia diberikan untukmu saudaraku.”
Said menjawab, “Adalah suatu kehormatan buatku.”
Lalu surat itu dibuka dan dibacanya. Ketika membaca
surat tersebut, Said agak terperanjat karena tradisi Arab
perkawinan yang selama ini biasanya seorang
bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan
dan yang kaya harus kawin dengan orang kaya, itulah
yang dinamakan SEKUFU.
Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, “Wahai saudaraku,
betulkah surat ini dari Rasulullah?”
Zahid menjawab, “Apakah engkau pernah melihat aku
berbohong….”
Dalam suasana yang seperti itu Zulfah datang dan
berkata, “Wahai ayah, kenapa sedikit tegang terhadap
tamu ini…. bukankah lebih disuruh masuk?”
“Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yang sedang
melamar engkau supaya engkau menjadi istrinya,” kata
ayahnya.
Disaat itulah Zulfah melihat Zahid sambil menangis
sejadi-jadinya dan berkata, “Wahai ayah, banyak
pemuda yang tampan dan kaya raya semuanya
menginginkan aku, aku tak mau ayah…..!” dan Zulfah
merasa dirinya terhina.
Maka Said berkata kepada Zahid, “Wahai saudaraku,
engkau tahu sendiri anakku tidak mau…bukan aku
menghalanginya dan sampaikan kepada Rasulullah
bahwa lamaranmu ditolak.”
Mendengar nama Rasul disebut ayahnya, Zulfah berhenti
menangis dan bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayah,
mengapa membawa-bawa nama rasul?”
Akhirnya Said berkata, “Ini yang melamarmu adalah
perintah Rasulullah.”
Maka Zulfah istighfar beberapa kali dan menyesal atas
kelancangan perbuatannya itu dan berkata kepada
ayahnya, “Wahai ayah, kenapa sejak tadi ayah berkata
bahwa yang melamar ini Rasulullah, kalau begitu segera
aku harus dikawinkan dengan pemuda ini. Karena ingat
firman Allah dalam Al-Qur’an surat 24 : 51.
“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila
mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul
menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan.
Kami mendengar, dan kami patuh/taat”. Dan mereka
itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 24:51)”
Zahid pada hari itu merasa jiwanya melayang ke angkasa
dan baru kali ini merasakan bahagia yang tiada tara dan
segera pamit pulang. Sampai di masjid ia bersujud
syukur. Rasul yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik
Zahid yang berbeda dari biasanya.
“Bagaimana Zahid?”
“Alhamdulillah diterima ya rasul,” jawab Zahid.
“Sudah ada persiapan?”
Zahid menundukkan kepala sambil berkata, “Ya Rasul,
kami tidak memiliki apa-apa.”
Akhirnya Rasulullah menyuruhnya pergi ke Abu Bakar,
Ustman, dan Abdurrahman bi Auf. Setelah mendapatkan
uang yang cukup banyak, Zahid pergi ke pasar untuk
membeli persiapan perkawinan. Dalam kondisi itulah
Rasulullah SAW menyerukan umat Islam untuk
menghadapi kaum kafir yang akan menghancurkan
Islam.
Ketika Zahid sampai di masjid, dia melihat kaum
Muslimin sudah siap-siap dengan perlengkapan senjata,
Zahid bertanya, “Ada apa ini?”
Sahabat menjawab, “Wahai Zahid, hari ini orang kafir
akan menghancurkan kita, maka apakah engkau tidak
mengerti?”.
Zahid istighfar beberapa kali sambil berkata, “Wah kalau
begitu perlengkapan kawin ini akan aku jual dan akan
kubelikan kuda yang terbagus.”
Para sahabat menasehatinya, “Wahai Zahid, nanti malam
kamu berbulan madu, tetapi engkau hendak berperang?”
Zahid menjawab dengan tegas, “Itu tidak mungkin!”
Lalu Zahid menyitir ayat sebagai berikut, “Jika bapak-
bapak, anak-anak, suadara-saudara, istri-istri kaum
keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan,
perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan
rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah
lebih baik kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya
(dari) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah
mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi
petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. 9:24).
Akhirnya Zahid (Aswad) maju ke medan pertempuran
dan mati syahid di jalan Allah.
Rasulullah berkata, “Hari ini Zahid sedang berbulan
madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada
Zulfah.”
Lalu Rasulullah membacakan Al-Qur’an surat 3 : 169-170
dan 2:154). “Janganlah kamu mengira bahwa orang-
orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka
itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki.
Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah
yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka
bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal
dibelakang yang belum menyusul mereka dan tidak
(pula) mereka bersedih hati“.(QS 3: 169-170).
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang
yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati,
bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu
tidak menyadarinya.” (QS. 2:154).
Pada saat itulah para sahabat meneteskan air mata dan
Zulfahpun berkata, “Ya Allah, alangkah bahagianya calon
suamiku itu, jika aku tidak bisa mendampinginya di
dunia izinkanlah aku mendampinginya di akhirat.”
HIKMAH
Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa menjadi renungan
buat kita bahwa, “Untuk Allah di atas segalanya, and die
as syuhada.” Jazakumullah.
Kisah Sebuah Kalung
Bismillahirrahmanirrahiim
Suatu hari, seorang laki-laki tua datang mengenakan
pakaian usang.Langkahnya sempoyongan ketika menemui
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam : "Wahai Nabi, aku
lapar, telanjang (berpakaian usang) dan miskin.Berilah aku
pakaian, sandang dan bantuan !"
Saat itu, Rasulullah tengah dilanda kesusahan.Beliau
berkata : "Sungguh, aku ini tidak memiliki apa-apa yang
dapat aku berikan kepadamu.Pergilah ke rumah
perempuan yang mendahulukan Allah daripada dirinya
yakni Fathimah...!"
Bilal kemudian mengantar orang tua itu ke rumah
Fathimah, orang itu berkata : "Wahai putri Muhammad !
Aku lapar dan butuh pakaian.Tolonglah aku, semoga Allah
memberkahimu !"
Ketika itu, Fathimah juga dilanda kesusahan, tetapi ketika
melihat kondisi orang tua itu, ia tidak tega.Ia memberi kulit
biri-biri yang biasa di pakai alas tidur Hasan dan
Husein."Ambillah ini ! Semoga Allah menggantinya bagimu
dengan yang lebih baik lewat menjualnya."
Wahai Fathimah ! Aku mengeluh lapar kepadamu dan
engkau memberiku kulit biri-biri ! Bagaimana bisa aku
makan dengan ini ?"
Fathimah seperti diiris sembilu.Lantas, ia mengulurkan
kalungnya.Orang itu mengambil kalung tersebut, lalu
kembali menemui Rasulullah." Wahai Nabi ! Fathimah
memberiku kalung dan memintaku menjualnya..."
Rasulullah tersenyum : "Sungguh, Allah akan memberi
jalan keluar, karena Fathimah memberimu kalung ini."
Amar bin Yasir yang ada di dekat Rasulullah meminta izin
untuk membeli kalung tersebut.Rasulullah memberi izin
dan Ammar menanyakan harganya." Sepiring roti dan
daging, sehelai baju Yaman untuk menutupi auratku dan
mendirikan shalat di hadapan Allah, uang 1 dinar agar aku
bisa pulang !"Kata orang tersebut.
Ammar yang baru menjual harta rampasan perang
Khaibar, ternyata menawar lebih :" Aku memberimu 20
dinar, 200 dirham, sehelai baju Yaman, kuda untuk
membawamu pulang dan kebutuhanmu akan roti dan
daging."
Setelah Ammar mengajak orang tersebut untuk memenuhi
janjinya, orang tersebut menemui Rasulullah lagi dan
berkata : "Aku kini jadi kaya.Semoga ayah dan ibuku jadi
penebus bagi Anda."
Rasulullah menimpali : "Maka balaslah Fathimah atas
kemurahan hatinya !"Orang tua tersebut mamanjatkan
doa.Setelah itu, ia pun pamit pulang.
Ketika Ammar membeli kalung itu, rupanya ia punya
maksud lain.Ia membungkus kalung itu kemudian
meminta budaknya, Shahm, untuk mengantarkannya
kepada Rasulullah." Berikan kalung ini pada Rasulullah !
Katakan pada beliau, aku menyerahkanmu kepadanya."
Shahm menemui Rasululllah dan menyampaikan amanat
dari Ammar, tetapi justru meminta Shahm untuk menemui
Fathimah :" Bawalah kalung ini pada Fathimah dan aku
serahkan kamu pada Fathimah !"
Shahm menyampaikan pesan Rasulullah.Fathimah
menerima kalung tersebut, seraya mengatakan bahwa
Shahm telah merdeka.Seketika itu, Shahm tertawa.Karena
tak tahu arti di balik tawa Shahm itu, maka Fathimah
bertanya kepadanya.
Shahm menjawab : "Aku tertawa karena memikirkan
kebajikan kalung ini.Ini memberi makan orang lapar,
memberi pakaian orang telanjang, melapangkan orang
miskin, membebaskan budak, dan kembali kepada pemilik
aslinya.Semuanya itu atas izin Allah."
Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat. Marilah kita
untuk senantiasa Mengajak Dan Menebar Kebaikan kepada
sesama.
Kami beristighfar kepada Allah Subhanahu Wa
Ta'ala.Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala melimpahkan
shalawat,salam dan keberkahan kepada Nabi Muhammad
Shallallahu Alaihi Wasallam, keluarga dan para
shahabatnya serta seluruh pengikut beliau.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaa hailla
anta astaghfiruka wa atubu ilaika...
Wassalam...

Ampuni segala dosa-dosaku ya Allah,
10 Bantahan Bagi Penentang Jilbab
1. Jilbab pakaian orang Arab
Bantahan: Salah besar! Jilbab pakaian wanita muslimah.
Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai berikut;
Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Al-Quran berfirman yang
artinya : “Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-
anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mukmin.
Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh
mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih muda
untuk di kenal karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah
adalah maha pengampun dan penyayang," (Al-Ahzab : 59).
“Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah
mereka menahan pandangannya dan menjaga
kemaluannya serta tidak menampakkan perhiasannya
kecuali ( yang biasa ) nampak darinya. Dan hendakkah
mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka,” ( QS.
24 : 31).
2. Percuma pakai jilbab kalo masih blom baik
Bantahan: Ente merasa blom baik? Kasihan deh lo… orang
biasanya pede dengan dirinya orang baik, kok malah
merasa belom baik! Trus, kenapa juga gak berjilbab kalo
memang pengen baik. Kalau tetep ga mo pake jilbab ga kan
pernah baik, lha selalu langgar perintah Allah, gimana mo
baik.
Trus, kenapa juga gak berjilbab kalo memang pengen
baik. Kalau tetep ga mo pake jilbab ga kan pernah
baik, lha selalu langgar perintah Allah, gimana mo
baik.
Dan pula, penilaian manusia kadang tidak obyektif. Orang
baik bisa dibilang tidak baik, orang tidak baik dibilang
baik…cape deh…
Nih, ada cerita sedikit. Menurut ente orang yang baik yang
mana, si fulana atau si rahmah… Si Fulana dan Si Ranti
sedang ngobrol, berikut obrolannya;
Fulana: Ih, ngapain si Rahmah pake jilbab? Udah kaya
orang bener aja! Masih suka ngomongin orang aja! Kesana-
sini masih ngerumpi, ngejelekin orang. Ih, sebel! Apalagi
gayanya itu, kalo di depan Si Aryo udah sok alim… padahal
suruh baca Al-Qur’an aje blom tentu becus! Mending gue,
biar baru bisa Al-Fatihah tapi gak gitu-gitu banget deh…
Udah gitu suka keluyuran lagi kalo hari senin ama kamis.
Katenye sih ngaji?! Alah, paling cari mangsa. Masak ngaji
siang hari! Udeh deh, kalo blom bener jangan sok pake
jilbal… bla bla bla {masih nyerocos}
Ranti: Hmm!!!!
3. Atas tertutup bawah kebuka!
Bantahan: Ini ledekan yang amat memilukan. Istilah ini
dibuat seolah orang yang berjilbab hanya tertutup luarnya
saja, tapi gampang menunjukkan auratnya.
Jilbab yang pengertiannya juga hijab (tirai), adalah
penghalang seorang muslimah gak hanya dari pandangan
lelaki lain, tapi juga penghalang seorang muslimah untuk
berbuat maksiat, penghalang seorang muslimah dari
perbuatan yang dilarang agama. Perkataan seperti ini biasa
dilancarkan orang kafir dan orang-orang Islam yang nggak
ngerti.
4. Jilbab? Nggak deh…panasnya itu loh
Bantahan: Ketahuan…blom pernah pake jilbab secara
bener! Pake dong yang bener. Di dalam pakai pakaian
dalam, trus pake pakaian luar yang panjang. Bagian bawah
pakai celana panjang yang longgar (untuk menghindari rok
yang tersingkap hingga memperlihatkan betis/aurat), baru
pake rok yang juga longgar. Udah coba? Blom kan?
Makanya jangan sembarang ngomong kalo blom coba.
Tanya yang udah pake, adem banget lagee..
5. Rambut jadi bau!
Bantahan: Setiap rambut juga bau kalo gak pernah di
keramas, mau pake jilbab kek, mau nggak, tapi jelas
rambut hitam ente tetap terjaga hitam alami. Dari pada
panas-panasan rambut jadi merah … plus bau!
6. Ada ninja …
Bantahan: Dari pada ada orang kafir! Pakaian yang anda
pake adalah pakaian orang kafir, tahu nggak? Denger nih
hadist nabi:
Umar meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: “Janganlah berpakaian seperti orang-orang yang
tidak beriman “.
“Barang siapa meniru suatu kaum, dia termasuk kaum itu!”
hadist ini merupakan peringatan terhadap orang-orang
Islam agar tidak mengikuti perilaku nonmuslim.
“Barang siapa meniru suatu kaum, dia termasuk
kaum itu!” hadist ini merupakan peringatan terhadap
orang-orang Islam agar tidak mengikuti perilaku
nonmuslim.
Ada lagi nih dari hadist nabi; “Barang siapa meniru suatu
kaum, dia akan dibangkitkan bersama kaum yang dicontoh-
contohkannya itu.”
Mau dibangkitkan di akhirat bersama kaum kafir? Kalo gue,
nggak deh …
7. Pake jilbab kok sombong?
Bantahan: Yang gak pake jilbab sombong juga lebih
banyak!
8. Jilbab buat susah kerja
Bantahan: Ah, nggak tuh! Kalo tempat kerja yang bener
gak mungkin ngelarang orang pake jilbab. Kalo tempat
kerja yang nggak bener memang menyuruh para wanitanya
untuk berpakaian seksi. Mau kerja di tempat yang gak
bener?
9. Pake jilbab biasa aje, kedombrong gitu! Gak modis
tau …
Bantahan: Emang jilbab fungsinya menutup aurat kok?
Ente tahu gak sih kalo dengan pakaian semacam celana
jeans pa*nt*t (maaf) ente yang bah*nol itu masih jadi
terkaman mata laki-laki? Ente tahu gak sih kalo yang
menyembul dari dada ente masih buat laki-laki serr… Mau
jadi tontonan? Terserah (ini yang di istilahkan nabi
berpakaian tapi telanjang, wallahu alam). Tapi (seperti kata
AA Gym) bukankah lebih baik jadi wanita tuntunan, bukan
tontonan!
10. Nanti aje kalee kalo udah tua…
Bantahan: Jaminan dari mane ente bisa hidup ampe tua?
Emang ada perjanjiannya? Atau ente punya Sertifikat
Jaminan Hidup Sampe Tua? Kalo ada gak apa-apa… boleh
aja. Entar kalo udah deket dengan perjanjian saatnya ente
meninggal pake deh tuh jilbab, ama perbanyak ibadah!

Sumber: voiceofal-islam
Fadhillah Wanita
Point-point ini terdapat di dalam kitab Kanzul ‘Ummal,
Misykah, Riadhush Shalihin, Uqudilijjain, Bhahishti
Zewar, Al-Hijab, dan lain-lain, checking satu persatu
belum dibuat. Mudah-mudahan dapat diambil ibrah
darinya.
1. Doa wanita lebih maqbul dari lelaki kerana sifat
penyayang yang lebih kuat dari lelaki. Ketika
ditanya kepada Rasulallah SAW akan hal tersebut,
jawab baginda : “Ibu lebih penyayang dari bapak
dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”
2. Wanita yang solehah itu lebih baik dari 1,000
orang lelaki yang tidak soleh.
3. Seorang wanita solehah adalah lebih baik dari 70
orang wali.
4. Seorang wanita solehah adalah lebih baik dari 70
lelaki soleh.
5. Barangsiapa yang menggembirakan anak
perempuannya, derajatnya seumpama orang yang
senantiasa menangis kerana takutkan Allah SWT
dan orang yang takutkan Allah SWT akan
diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
6. Barang siapa yang membawa hadiah (barang
makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan
kepada keluarganya, maka pahalanya seperti
bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak
perempuan dari anak lelaki. Maka barangsiapa
yang menyukakan anak perempuan seolah-olah
dia memerdekakan anak Nabi Ismail AS
7. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali
haidhnya merupakan kifarah (tebusan) untuk
dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada
hari pertama haidhnya membaca
“Alhamdulillahi’alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah”.
Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan
aku mohon ampun kepada Allah dari segala dosa.”;
maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan
dengan mudah melalui shiratul mustaqim yang
aman dari siksa, bahkan Allah Ta’ala
mengangkatnya ke atas derajat, seperti derajatnya
40 orang mati syahid, apabila dia selalu berzikir
kepada Allah selama haidhnya.
8. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan
tinggal bersama aku (Rasulullah SAW.) di dalam
syurga.
9. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan
atau tiga saudara perempuan atau dua anak
perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia
bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka
dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa
serta bertanggung jawab, maka baginya adalah
syurga.
10. Dari ‘Aisyah r.ha. “Barang siapa yang diuji dengan
sesuatu dari anak-anak perempuannya, lalu dia
berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan
menjadi penghalang baginya dari api neraka.”
11. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.
12. Apabila memanggil akan engkau kedua ibu
bapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.
13. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya
akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka
pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana
pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan
di laut, burung di udara, malaikat di langit,
matahari dan bulan, semuanya beristighfar
baginya selama mana dia taat kepada suaminya
dan meredhainya. (serta menjaga sembahyang
dan puasanya)
15. ‘Aisyah r.ha. berkata “Aku bertanya kepada
Rasulullah SAW. siapakah yang lebih besar haknya
terhadap wanita ?” Jawab baginda, “Suaminya”.
“Siapa pula berhak terhadap lelaki ?” Jawab
Rasulullah SAW. “Ibunya”.
16. Seorang wanita yang apabila mengerjakan solat
lima waktu, berpuasa wajib sebulan (Ramadhan),
memelihara kehormatannya serta taat kepada
suaminya, maka pasti akan masuk syurga dari
pintu mana saja yang dia kehendaki.
17. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam
urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia
ke dalam syurga lebih dahulu dari suaminya
(10,000 tahun).
18. Apabila seseorang perempuan mengandung janin
dalam rahimnya, maka beristighfarlah para
malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan
baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan
menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
19. Dua rakaat solat dari wanita yang hamil adalah
lebih baik dari 80 rakaat solat wanita yang tidak
hamil.
20. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa
pada siang hari.
21. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat
pada malam hari.
22. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak
bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya
pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT .
23. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70
tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada
satu uratnya Allah mengaruniakan satu pahala
haji.
24. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak,
keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan
ibunya melahirkannya.
25. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas
bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.
26. Wanita yang memberi minum susu kepada
anaknya dari badannya (ASI) akan dapat satu
pahala dari tiap-tiap titik susu yang diberikannya.
27. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup
tempo (2 1/2 tahun), maka malaikat-malaikat di
langit akan khabarkan berita bahwa syurga wajib
baginya.
28. Jika wanita memberi susu badannya kepada
anaknya yang menangis, Allah akan memberi
pahala satu tahun solat dan puasa.
29. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur
yang tidak selesai kerana menjaga anaknya yang
sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan
20 orang hamba.
30. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari
kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan
oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia
hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun
pahala ibadat.
31. Apabila seorang wanita mencucikan pakaian
suaminya, maka Allah mencatatkan baginya seribu
kebaikan, dan mengampuni dua ribu
kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari
sang surya akan meminta keampunan baginya,
dan Allah mengangkatkannya seribu derajat
untuknya.
32. Seorang wanita yang solehah lebih baik dari seribu
orang lelaki yang tidak soleh, dan seorang wanita
yang melayani suaminya selama seminggu, maka
ditutupkan baginya tujuh pintu neraka dan
dibukakan baginya pintu syurga, yang dia dapat
masuk dari pintu mana saja tanpa dihisab.
33. Mana-mana wanita yang menunggu suaminya
hingga pulanglah ia, disapukan mukanya,
dihamparkan duduknya atau menyediakan makan
minumnya atau memandang ia pada suaminya
atau memegang tangannya, memperelokkan
hidangan padanya,memelihara anaknya atau
memanfaatkan hartanya pada suaminya kerana
mencari keridhaan Allah, maka disunatkan baginya
akan tiap-tiap kalimah ucapannya, tiap-tiap
langkahnya dan setiap pandangannya pada
suaminya sebagaimana memerdekakan seorang
hamba. Pada hari Qiamat kelak, Allah karuniakan
Nur hingga tercengang wanita mukmin semuanya
atas karunia rahmat itu. Tiada seorang pun yang
sampai ke martabat itu melainkan Nabi-nabi.
34. Tidakkan putus ganjaran dari Allah kepada seorang
isteri yang siang dan malamnya menggembirakan
suaminya.
35. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih
sayang dan suaminya melihat isterinya dengan
kasih sayang akan di pandang Allah dengan penuh
rahmat.
36. Jika wanita melayani suami tanpa khianat akan
mendapat pahala 12 tahun solat.
37. Wanita yang melayani dengan baik suami yang
pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan
medapat pahala jihad.
38. Jika wanita memijat suami tanpa disuruh akan
mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita
memijat suami bila disuruh akan mendapat pahala
tola perak.
39. Dari Hadrat Muaz ra.: Mana-mana wanita yang
berdiri atas dua kakinya membakar roti untuk
suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan
oleh api, maka diharamkan muka dan tangannya
dari bakaran api neraka.
40. Thabit Al Banani berkata : Seorang wanita dari Bani
Israel yang buta sebelah matanya sangat baik
khidmatnya kepada suaminya. Apabila ia
menghidangkan makanan dihadapan suaminya,
dipegangnya pelita sehingga suaminya selesai
makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan
sumbu, maka diambilnya rambutnya dijadikan
sumbu pelita. Pada keesokkannya matanya yang
buta telah celik. Allah karuniakan kemuliaan pada
perempuan itu kerana memuliakan dan
menghormati suaminya.
41. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah SAW.
keluar mengiringi jenazah. Baginda dapati
beberapa orang wanita dalam majlis itu. Baginda
lalu bertanya, “Adakah kamu menyembahyangkan
mayat ?” Jawab mereka,”Tidak”. Sabda Baginda
“Sebaiknya kamu sekalian tidak perlu ziarah dan
tidak ada pahala bagi kamu. Tetapi tinggallah di
rumah dan berkhidmatlah kepada suami niscaya
pahalanya sama dengan ibadat-ibadat orang
lelaki.”
42. Wanita yang memerah susu binatang dengan
“Bismillah” akan didoakan oleh binatang itu
dengan doa keberkatan.
43. Wanita yang menguli tepung gandum dengan
“Bismillah”, Allah akan berkahkan rezekinya.
44. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan
mendapat pahala seperti menyapu lantai di
Baitullah.
45. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang
mengeluarkan peluh ketika membuat roti, Allah
akan mejadikan 7 parit diantara dirinya dengan api
neraka, jarak diantara parit itu ialah sejauh langit
dan bumi.”
46. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal
benang, Allah akan mencatatkan untuknya
perbuatan baik sebanyak utus benang yang dibuat
dan memadamkan seratus perbuatan jahat.”
47. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang
menganyam akan benang dibuatnya, Allah telah
menentukan satu tempat khas untuknya di atas
tahta di hari akhirat.”
48. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal
benang dan kemudian dibuat pakaian untuk anak-
anaknya maka Allah akan mencatatkan baginya
ganjaran sama seperti orang yang memberi makan
kepada 1000 orang lapar dan memberi pakaian
kepada 1000 orang yang tidak berpakaian.”
49. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang
meminyakkan rambut anaknya,menyikatnya,
mencuci pakaian mereka dan mencuci akan diri
anaknya itu, Allah akan mencatatkan untuknya
pekerjaan baik sebanyak helai rambut mereka dan
memadamkan sebanyak itu pula pekerjaan jahat
dan menjadikan dirinya kelihatan berseri di mata
orang-orang yang memperhatikannya.”
50. Sabda Nabi SAW: “Ya Fatimah barang mana wanita
meminyakkan rambut dan janggut suaminya,
memotong kumis (misai) dan mengerat kukunya,
Allah akan memberi minum akan dia dari sungai-
sungai serta diringankan Allah baginya sakaratul
maut dan akan didapatinya kuburnya menjadi
sebuah taman dari taman- taman syurga dan
dicatatkan Allah baginya kelepasan dari api neraka
dan selamatlah ia melintas Titian Shirat.”
51. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah
akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.
52. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan
berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga
adab rumah tangganya akan masuk syurga 500
tahun lebih awal dari suaminya, akan menjadi
ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu
akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu
suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat
dari yakut.
53. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah
Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri
kepada wanita yang memberati auratnya yaitu
memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.
54. Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik
perhiasan ialah wanita (isteri) yang solehah.
55. Salah satu tanda keberkatan wanita itu ialah cepat
perkahwinannya, cepat pula kehamilannya dan
ringan pula maharnya (mas kawin).
56. Sebaik-baik wanita ialah wanita (isteri) yang
apabila engkau memandang kepadanya ia
menggirangkan engkau, jika engkau memerintah
ditaatinya perintah engkau (taat) dan jika engkau
berpergian dijaga harta engkau dan dirinya.
57. Dunia yang paling aku sukai ialah wanita solehah.
58. Rasulullah SAW bersabda bahwa, “Allah telah
memberikan sifat iri (pencemburu) untuk wanita
dan jihad untuk lelaki. Jika seorang wanita melatih
kesabarannya dengan iman dengan
mengharapkan pahala dari sesuatu perkara yang
menyebabkannya menjadi cemburu (iri hati),
seperti misalnya suaminya menikahi istri kedua,
maka ia akan menerima ganjaran seorang syahid”.
***

Ampuni segala dosa-dosaku ya Allah.

Hani_